Rasanya, aku perlu mengapresiasi dan senantiasa berterima kasih kepada suamiku, yang atas izin Allah berupaya untuk senantiasa memberi hak waktu ku dan anak dalam keseharian.
Ya.. beliau bekerja separuh hari. Hari yang tersisa, beliau gunakan untuk kami, di rumah, membersamai aku dan anak kami.
Beberapa waktu lalu, suami pernah bilang, "Iya, biar aku sorenya bisa main sama Zayd"
Baginya, tugas yang beliau harus lakukan dalam keseharian salah satunya adalah bermain bersama anak. Salah satu hal yang menenangkan hatiku ketika mendengarnya.
Beliau bukan sekadar bermain, namun juga berusaha mindful saat bermain bersama anakku.
Biasanya, beliau akan bersembunyi dan Zayd yang akan mencarinya.
Biasanya, beliau akan membacakan buku, dengan cara yang khas, membuat Zayd tertawa mendengarnya.
Biasanya, beliau akan bermain bola, menendang, melempar, mengasah motorik kasar Zayd tanpa disadari.
Biasanya, beliau juga bermain hal sederhana, hanya tertawa bersama-sama di kasur sambil berguling.
Suamiku, bukanlah sosok suami yang sempurna. Beliau juga punya kekurangan. Namun dibalik kekurangannya, tak pernah sekalipun hal itu menutupi seluruh kebaikan yang beliau lakukan dan berikan. Atas taufik dari Allah, aku masih dan akan selalu mampu (insyaAllaah) untuk mengingat, melihat, dan mensyukuri setiap nikmat dan kebaikannya.
Ohiya..
Baru saja kemarin, suamiku memberikan surprise yang begitu indah untuk aku dan Zayd. Beliau order pizza, meredupkan lampu di ruang tengah, dan memutar video zayd birth moment. Air mataku tak terbendung, rasa haru menyelimuti diri. Aku menggenggam tangannya, mengelusnya, dan tertawa bersama melihat betapa mungilnya Zayd saat itu.
Sembari menyuapkan potongan pizza untuknya dengan rasa cinta yang bermekaran.
Jumat,
6 Februari 2026
20.58
Komentar
Posting Komentar